Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 15 Juni 2011

Kitin: Bahan Pembungkus yang Sempurna

Serangga merupakan makhluk dengan jumlah terbesar di dunia, yang terutama karena tubuhnya sangat tahan terhadap banyak keadaan lingkungan yang merugikan. Salah satu penyebab daya tahan mereka adalah bahan kitin yang membentuk rangka mereka.
Perut Kalajengking Gurun. Perut serangga diciptakan dengan rancangan berbeda tergantung pada bentuk tubuh dan kegiatannya. Misalnya, kalajengking gurun diselubungi oleh alat-alat tubuh yang sangat peka yang disebut dengan kait, yang digunakan oleh kalajengking untuk merasakan kerasnya tanah dan menentukan tempat yang tepat untuk meletakkan telur-telurnya.
Kitin sangat ringan dan tipis. Serangga tidak pernah mengalami kesulitan dalam merawatnya. Meskipun bahan ini membungkus tubuh bagian luar saja, namun cukup kokoh untuk menjadi kerangka. Pada saat yang sama, bahan ini juga sangat lentur. Ia dapat digerakkan dengan otot-otot yang menempel padanya dari dalam tubuh. Hal ini tidak hanya memperbaiki gerakan yang cepat dari serangga ini namun juga mengurangi dampak benturan luar. Bahan ini tahan air karena selubung luar khusus, yang tidak membiarkan rembesan cairan tubuh apa pun.46 Bahan ini tidak terpengaruh oleh panas maupun pancaran cahaya. Biasanya, warnanya sangat mirip dengan lingkungannya. Kadang-kadang bahan ini memberi peringatan melalui warna terangnya.
Apa yang terjadi jika bahan seperti kitin digunakan oleh pesawat terbang dan pesawat luar angkasa? Memang, ini adalah impian banyak ilmuwan.
Bentuk Sempurna Sel Darah Merah
Sel darah merah bertanggung jawab mengangkut oksigen dalam darah. Oksigen diangkut dalam darah oleh hemoglobin yang tersimpan di dalam sel darah merah. Semakin luas permukaan sel ini, maka semakin banyak pula oksigen yang mampu diangkut. Karena sel darah merah harus bergerak di dalam pembuluh-pembuluh halus, volumenya harus sekecil mungkin, yakni harus mempunyai permukaan terbesar dengan volume terkecil. Dengan demikian, sel darah merah dirancang khusus untuk memenuhi syarat ini: mereka berbentuk datar, bulat, dan pipih di kedua sisinya, dan menyerupai bundaran keju Swiss yang ditekan di kedua pinggirnya. Ini adalah bentuk yang mempunyai permukaan selebar mungkin dengan volume terkecil. Setiap sel merah dapat membawa 300 juta molekul hemoglobin karena bentuk ini. Di samping itu, sel merah dapat melewati pembuluh halus terkecil dan pori-pori tersempit karena kelenturannya. 47
Mata Berwarna pada Ikan Balon
Ikan balon terdapat di perairan hangat di wilayah Asia Tenggara. Ketika jumlah cahaya yang berlebihan menimpanya, mata-mata ikan ini bertindak sebagai "kacamata surya kimiawi." Mata-mata ikan sepanjang 1 inci (2,5 sentimeter) ini menunjukkan sifat yang mirip dengan lensa fotokrom, yang warnanya bisa lebih atau kurang terang tergantung kuatnya cahaya.
Sistem ini bekerja sebagai berikut: ketika ikan ini menghadapi cahaya berlebihan, sel-sel berwarna yang disebut "kromatofora" yang terletak di sekitar lapisan bening (kornea) mata, mulai mengeluarkan pewarna (pigmen) kekuningan. Pigmen ini menutupi mata ini dan bertindak sebagai saringan yang mengurangi terangnya cahaya, yang memungkinkan ikan melihat lebih tepat. Di perairan gelap, pigmen ini lenyap dan mata menerima jumlah cahaya sebanyak mungkin. 48
Jelaslah bahwa sistem ini merupakan hasil dari suatu rancangan sadar. Sel-sel yang melepaskan atau melenyapkan pigmen ini diatur dengan seksama dan tidak dapat dianggap sebagai hasil kebetulan. Ini merupakan bukti kesempurnaan ciptaan Allah, sehingga bentuk alat tubuh rumit hingga seluk beluk terkecil seperti mata harus dilengkapi dengan sistem pewarnaan sempurna seperti ini.
RANCANGAN SISTEM GERAK PADA MAKHLUK HIDUP
Seringkali rancangan sistem gerak jauh lebih menantang bagi para perancang dibandingkan sistem yang diam. Sebagai contoh, masalah-masalah yang dihadapi dalam perancangan suatu bor tangan jauh lebih banyak dibanding hanya sebuah kendi. Hal ini karena bor tangan didasarkan pada manfaatnya, sedangkan kendi hanya pada bentuknya, sedang rancangan yang bertujuan untuk manfaat lebih rumit. Setiap bagian rancangan harus mempunyai suatu manfaat untuk tujuan yang telah tertentu. Tidak adanya atau tidak bekerjanya satu bagian saja mengakibatkan sistem tersebut tak berguna.
Design in the Rock Cactus, Rancangan Kaktus Batu. Beberapa tanaman diciptakan dengan sifat khusus untuk mempertahankan diri dari hewan pemakan tanaman dan hewan pengerat. Beberapa jenis tanaman ini menunjukkan sifat, yang ajaibnya, mirip dengan lingkungan di sekeliling tempat tumbuhnya. Contoh paling tepat tentang kemiripan ini ditemukan di Afrika Selatan pada kaktus batu. Karena kekeringan, permukaan tanaman ini sangat berkerut. Ketika kerutannya terisi debu, mustahil bagi manusia membedakan tanaman ini dengan bebatuan. Jika bukan karena sifatnya seperti itu, tanaman ini akan menjadi sasaran empuk bagi serangga dan hewan pengerat. Kekhasan lain kaktus batu adalah ternyata kaktus ini mekar dengan bunga-bunga berwarna sangat cerah pada akhir musim kemarau. Karena sebagian besar makhluk hidup tidak ada pada saat itu, berkuranglah resiko mengingat tumbuhnya bunga-bunga tersebut dapat menghilangkan kemampuan berubah warna tadi.
Rancangan dengan kesalahan seperti itu akan terancam gagal. Sistem gerak yang dirancang oleh manusia secara umum mempunyai banyak cacat dibandingkan yang pada umumnya diyakini. Banyak dari sistem-sistem ini telah dirancang dengan coba-coba. Meskipun beberapa kesalahan telah dihilangkan selama tahap perencanaan awal hingga pengenalan produk ke pasar, tidak semua kerusakan dapat dicegah.
Alasan yang sama tidak bisa diterapkan pada sistem gerak di alam. Semua sistem gerak di seluruh makhluk adalah sempurna. Allah telah menciptakan semua makhluk dengan sempurna. Mari kita amati lebih dekat beberapa contoh dari ciptaan yang sempurna ini.
Tengkorak Burung Pelatuk
Burung Pelatuk memakan serangga dan larva, yang berada di dalam batang pohon yang dilubanginya dengan mematuk. Mereka mengukir sarang mereka untuk menempati pohon-pohon yang tumbuh baik, yang memerlukan keahlian memahat sama hebatnya dengan tukang kayu.
Burung pelatuk berbintik besar bisa membuat sembilan atau sepuluh tatahan setiap detik. Jumlah ini meningkat hingga lima belas sampai dua puluh pada jenis burung pelatuk yang lebih kecil, yang salah satunya adalah burung pelatuk hijau.
Ketika burung pelatuk hijau membuat lubang untuk sarangnya, kecepatan kerja paruhnya dapat melebihi 62 mil per jam (100 kilometer/jam). Kecepatan tersebut tidak mempengaruhi otaknya sama sekali, yang ukurannya hanya sebesar buah ceri. Jeda antara dua tatahan paruhnya lebih kecil dari seperseribu detik. Ketika mulai mematuk, kepala dan paruhnya berada tepat sama datar, sehingga kemiringan terkecil pun dapat menyebabkan kerusakan parah pada otak.
Akibat melakukan tatahan ini tidak ada bedanya dengan membenturkan kepala ke dinding beton. Diperlukan rancangan yang luar biasa agar otak burung tersebut tidak terluka. Tulang tengkorak sebagian besar burung merupakan satu kesatuan yang utuh, dan paruh bekerja dengan gerakan rahang bawah. Namun sebaliknya, paruh dan tengkorak burung pelatuk dipisahkan oleh jaringan lunak berpori yang meredam guncangan akibat benturan tadi. Jaringan yang lentur ini bekerja lebih baik daripada peredam kejut pada kendaraan bermotor. Keunggulan bahan tersebut berasal dari kemampuannya meredam benturan yang sangat singkat lalu mengembalikan dirinya ke keadaan awal dengan cepat. Kemampuan ini dipertahankan bahkan ketika hampir sembilan hingga sepuluh tatahan dibuat per detik. Bahan ini jauh lebih unggul dibanding bahan yang dikembangkan dengan teknologi modern. Pemisahan paruh dari tengkorak dengan cara yang luar biasa ini memungkinkan penyekat yang memegang otak burung pelatuk untuk bergerak menjauh dari paruh atas selama mematuk, dan ini berperan sebagai gerak kedua untuk meredam guncangan. 49

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar